Kabupaten Bandung, MediaDesaBerdaya.com – Sebagai bentuk komitmen dalam memastikan keberlanjutan program pemberdayaan ekonomi, Tugu Sharia bersama Rumah Zakat terus melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) serta pendampingan rutin kepada para pelaku UMKM binaan. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau perkembangan usaha sekaligus memastikan usaha yang dijalankan penerima manfaat tetap eksis, sehat, dan mampu berkembang secara berkelanjutan.
Pada Senin (1/6), pendamping program melakukan kunjungan ke salah satu usaha binaan, Warung Seuhahhh, yang berlokasi di Desa Rancakasumba, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung. Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung aktivitas usaha, kondisi operasional, serta perkembangan yang telah dicapai oleh penerima manfaat selama menjalankan usahanya.
Selain melakukan monitoring, kegiatan pendampingan juga menjadi ruang diskusi yang terbuka antara pendamping dan pelaku usaha. Dalam kesempatan tersebut, penerima manfaat berbagi berbagai pengalaman selama menjalankan usaha, mulai dari tantangan yang dihadapi, strategi yang dilakukan untuk mempertahankan pelanggan, hingga perkembangan omzet dan keuntungan yang diperoleh. Informasi tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penguatan usaha ke depannya.
Pendamping program Rumah Zakat menyampaikan bahwa kegiatan monev tidak hanya berfungsi untuk mengukur perkembangan usaha, tetapi juga untuk memastikan setiap penerima manfaat mendapatkan dukungan yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan usaha. “Kami ingin memastikan bahwa usaha yang dijalankan penerima manfaat terus bergerak maju. Melalui pendampingan rutin, kami dapat mendengar langsung kendala yang dihadapi sekaligus memberikan motivasi dan masukan agar usaha tetap berkembang,” ujarnya.
Melalui komunikasi yang terjalin secara berkala, pendamping dapat memetakan kebutuhan usaha secara lebih akurat dan memberikan pendampingan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pelaku usaha. Pendekatan ini juga menjadi sarana untuk menjaga semangat wirausaha penerima manfaat agar tetap optimis dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya.
“Program pemberdayaan tidak berhenti pada pemberian bantuan modal atau sarana usaha. Yang tidak kalah penting adalah memastikan usaha tersebut terus berjalan, bertumbuh, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat,” ungkap pendamping program saat kegiatan berlangsung.
Melalui kolaborasi antara Tugu Sharia dan Rumah Zakat, kegiatan monitoring dan evaluasi rutin diharapkan dapat terus memperkuat keberlangsungan usaha para UMKM binaan. Dengan pendampingan yang konsisten, para pelaku usaha diharapkan semakin mandiri, tangguh menghadapi tantangan, dan mampu menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya.
Liputan khusus : Giat relawan/Imas m
Editor : Apep sae,






