Mekarsari, 16 Agustus 2026, Mediadesaberdaya.com — Suasana haru tidak bisa disembunyikan di balik bola mata yang mulai nanar dan berkaca, menahan beratnya air mata yang perlahan ingin jatuh. Perpisahan bukan sekadar tentang berakhirnya sebuah masa jabatan, tetapi tentang kenangan, kebersamaan, pengabdian, serta pertemuan panjang yang akhirnya harus sampai pada sebuah kata: selamat tinggal.
Suasana penuh haru tersebut mewarnai acara pisah sambut Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dengan Pemerintah Desa Mekarsari periode 2018–2026, yang digelar pada Minggu, 16 Agustus 2026, bertempat di GOR Desa Mekarsari, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung.
Acara tersebut menjadi momentum istimewa untuk mengenang perjalanan panjang BPD bersama Pemerintah Desa Mekarsari dalam mengawal pembangunan, menyerap aspirasi masyarakat, serta menjalankan roda pemerintahan desa selama delapan tahun.
Sambutan Ketua BPD: Ketika Pengabdian Harus Berakhir
Dalam sambutannya, Ketua BPD Desa Mekarsari, Apep Sae, menyampaikan pesan perpisahan dengan nada penuh haru. Sesekali suara terdengar berat, seolah ada begitu banyak kenangan yang sulit dirangkai menjadi kata-kata.
Ia mengungkapkan bahwa selama menjalankan amanah sebagai BPD, banyak pengalaman yang telah dilalui bersama Pemerintah Desa Mekarsari dan seluruh masyarakat.
Ada suka dan duka, ada perbedaan pendapat, ada perdebatan dalam memperjuangkan aspirasi, namun semua itu pada akhirnya menjadi bagian dari perjalanan pengabdian.
“Hari ini mungkin kita mengakhiri sebuah masa jabatan, tetapi kita tidak pernah mengakhiri tali silaturahmi. Jabatan boleh selesai, masa pengabdian boleh berganti, tetapi persaudaraan jangan sampai berhenti,” ungkap Apep Sae dengan suara yang penuh haru.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Desa Mekarsari dan masyarakat apabila selama menjalankan tugas terdapat perkataan, sikap, maupun keputusan yang kurang berkenan.
“Kalau selama delapan tahun ada kata yang melukai, ada sikap yang membuat tidak nyaman, ada keputusan yang mungkin belum bisa memenuhi semua harapan, dari lubuk hati yang paling dalam saya memohon maaf. Tidak ada manusia yang sempurna dalam menjalankan amanah,” tuturnya.
Bagi Apep, berakhirnya masa jabatan bukan berarti berakhirnya kepedulian terhadap Desa Mekarsari. Sebab, desa bukan hanya tempat menjalankan tugas, tetapi telah menjadi bagian dari perjalanan hidup dan pengabdian.
Kepala Desa Mekarsari: Berat Melepas Orang-Orang yang Telah Bersama
Sementara itu, Kepala Desa Mekarsari, Hj. Lilis N. Kurnia, menyampaikan sambutan dengan nada sedih dan penuh penghormatan kepada jajaran BPD yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya.
Dengan mata yang tampak berkaca-kaca, ia mengenang berbagai dinamika yang telah dilalui bersama selama periode 2018–2026.
Menurutnya, delapan tahun bukanlah waktu yang singkat. Selama itu pula banyak cerita, perjuangan, kebersamaan, bahkan perbedaan yang telah menjadi warna dalam perjalanan pemerintahan Desa Mekarsari.
“Tidak mudah melepas orang-orang yang selama ini sudah menjadi bagian dari perjalanan pemerintahan desa. Kita mungkin sering berbeda pendapat, tetapi perbedaan itu justru menjadi bagian dari proses kita bersama dalam membangun Mekarsari,” ungkap Hj. Lilis N. Kurnia.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas seluruh dedikasi BPD selama menjalankan amanah.
“Terima kasih atas segala pengabdian, pikiran, tenaga dan waktu yang telah diberikan untuk Desa Mekarsari. Mungkin tidak semua yang telah dilakukan tercatat dalam sebuah tulisan, tetapi insyaallah setiap pengabdian akan tercatat sebagai amal kebaikan,” katanya.
Menurutnya, pergantian kepengurusan merupakan bagian dari proses demokrasi dan regenerasi. Namun, hubungan kekeluargaan tidak boleh ikut berakhir bersama berakhirnya masa jabatan.
Delapan Tahun yang Akan Menjadi Kenangan
Acara pisah sambut tersebut tidak hanya menjadi seremoni pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengenang perjalanan panjang yang telah dilalui bersama.
Delapan tahun telah menghadirkan begitu banyak cerita. Ada langkah yang berhasil, ada harapan yang belum sepenuhnya terwujud, ada tawa yang pernah hadir, bahkan ada air mata yang mungkin pernah jatuh diam-diam.

Kini, mereka yang dahulu duduk dalam satu meja musyawarah harus melanjutkan perjalanan di ruang pengabdian yang berbeda.
Namun satu hal yang tidak berubah: Desa Mekarsari tetap menjadi rumah bersama.
Pergantian jabatan hanyalah pergantian peran. Sebab pengabdian kepada masyarakat tidak mengenal batas akhir masa jabatan.
Di penghujung acara, suasana semakin emosional. Jabat tangan dan pelukan menjadi simbol perpisahan yang sulit diucapkan dengan kata-kata. Senyum berusaha dipaksakan, sementara mata justru berkata lain.
Karena terkadang, perpisahan tidak benar-benar menyakitkan karena kita harus pergi, tetapi karena kita sadar bahwa sebuah kebersamaan yang begitu panjang tidak akan pernah kembali dengan bentuk yang sama.
Selamat jalan dan selamat melanjutkan pengabdian kepada jajaran BPD Desa Mekarsari periode 2018–2026.
Terima kasih telah menjadi bagian dari sejarah Desa Mekarsari.
Jabatan boleh berakhir, tetapi jasa dan kenangan akan tetap tinggal di hati masyarakat.
Semoga setiap langkah yang pernah ditanam untuk Mekarsari menjadi amal yang terus mengalir, dan semoga mereka yang melanjutkan amanah mampu membawa Desa Mekarsari semakin maju, mandiri, bermartabat, serta semakin dekat dengan harapan masyarakat.
Selamat berpisah, bukan selamat tinggal. Karena pengabdian sejati tidak pernah mengenal kata selesai.









