Mediadesaberdaya.com – Pertemuan rutin peserta Program Bantuan Kewirausahaan (BURSA) bulan ini menghadirkan kabar yang mengejutkan sekaligus menggembirakan. Setelah melewati rangkaian edukasi dan pembinaan, para peserta yang sebelumnya berjuang keluar dari garis kemiskinan kini resmi naik kelas: mereka bukan lagi penerima manfaat, melainkan sudah menjadi muzakki yang menitipkan zakat penghasilannya melalui Rumah Zakat.
Dalam pertemuan yang dihadiri lima dari tujuh peserta BURSA, tercatat beberapa di antaranya mulai menyalurkan zakat penghasilan perdana. Bu Ela Nursabila, dengan pendapatan bersih bulan ini sebesar Rp 9.100.000, langsung menitipkan zakat sebesar Rp 230.000. Sementara itu, Teh Iis Sona dengan take home pay Rp 15.566.000, berzakat sebesar Rp 389.150. Empat peserta lainnya pun mengikuti jejak yang sama, menyalurkan zakat penghasilan mereka melalui Rumah Zakat.

“Dulu saya menerima bantuan untuk bisa bertahan. Sekarang, alhamdulillah, usaha saya berkembang hingga bisa berbagi lewat zakat. Rasanya luar biasa bisa berganti peran, dari penerima menjadi pemberi,” ujar Bu Ela Nursabila dengan senyum penuh syukur.
“Pendampingan yang kami terima bukan hanya soal usaha, tapi juga tentang makna berbagi. Kini saya bisa menitipkan zakat, dan itu membuat saya merasa lebih berdaya,” tambah Teh Iis Sona.
Langkah ini bukan hanya simbol keberhasilan program, tetapi juga bukti nyata bahwa pemberdayaan ekonomi mampu mengubah status sosial: dari mustahik menjadi muzakki. Rumah Zakat melalui Program BURSA membuktikan bahwa pemberdayaan bukan sekadar mengentaskan dari garis kemiskinan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran spiritual untuk berbagi. Transformasi peserta menjadi muzakki adalah gebrakan yang patut dirayakan, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas bahwa zakat bukan hanya kewajiban, melainkan tanda keberdayaan.







