Mekarsari, 22 Agustus 2026, Mediadesaberdaya.com — Musim kemarau bukan hanya membawa teriknya matahari dan menipisnya sumber air. Bagi sebagian masyarakat pedesaan, kemarau juga identik dengan datangnya musim paceklik, ketika penghasilan menurun sementara kebutuhan hidup tetap berjalan.
Di tengah kondisi tersebut, Lokadesa hadir membawa kepedulian melalui program Berbagi Pangan. Bantuan pangan disalurkan kepada masyarakat di Kampung Talun RW 02, Desa Mekarsari, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, tepatnya di Pojok Kopi Patani, pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Program ini menyasar 15 penerima manfaat, yang berasal dari RW 02, RW 04, dan RW 07. Sebagian besar penerima merupakan warga lanjut usia (jompo) yang membutuhkan perhatian dan dukungan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah.
Sejumlah penerima datang langsung ke lokasi penyaluran. Namun, bagi warga lanjut usia yang sudah tidak mampu berjalan atau memiliki keterbatasan fisik, bantuan diantarkan langsung ke rumah masing-masing. Cara ini dilakukan agar manfaat program benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan tanpa menambah kesulitan bagi penerima.
Kehadiran Lokadesa menjadi sebuah pesan sederhana namun bermakna: kepedulian akan terasa paling berarti ketika hadir pada saat yang tepat. Di tengah kemarau dan paceklik, sebungkus pangan bukan sekadar bantuan, tetapi menjadi bentuk perhatian dan penguat semangat bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
Salah seorang penerima manfaat, Mang Encar, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapatkan bantuan ini. Terima kasih kepada Lokadesa dan semua pihak yang sudah peduli kepada kami. Bantuan ini sangat berarti, apalagi sekarang sedang musim kemarau dan keadaan juga sedang sulit. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT dengan rezeki yang berlipat dan keberkahan,” ungkap Mang Encar penuh haru.
Bagi Lokadesa, berbagi pangan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar untuk membangun kepedulian dan memperkuat solidaritas di tengah masyarakat. Terlebih, kelompok lanjut usia dan warga dengan keterbatasan fisik merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.












